Kamis, 15 September 2011

Anak Anda Suka Bohong!! Kiat-kiat Mengatasinya |Psikologi Anak

Orang tua mana yang tidak sedih bila menjumpai anaknya dengan kasat mata sudah berbohong kepadanya ? Bukankah para pakar kejiwaan telah menyatakan bahwa bohong dimasa kecil akan mempunyai dampak pada masa dewasa nanti. Tingkah laku suka bohong ini justru sering kita jumpai pada saat ini. Dengan pentingnya posisi jujur bukan berarti kita membolehkan sebagai orangtua saat menjumpai anak berbohong untuk bersikap reaktif dan keras. Karena sikap yang salah justru akan membuat mereka lebih suka atau tertantang lagi untuk berbuat hal yang sama.

Ada beraneka macam dorongan yang menimbulkan perilaku suka bohong pada anak seperti :
1. Pertentangan dalam diri anak, keadaan yang sangat mendesak terkadang menyebabkan anak mencari alasan atau jawaban untuk menyelamatkan diri dari kondisi yang tidak menyenangkan.
2. Meniru tingkah laku orang tuanya, tidak bisa dipungkiri seorang anak akan meniru perilaku orang dewasa disekitarnya. Bila orangtua memberikan alasan dan mengatakan sesuatu yang bersifat bohong untuk menghindari suatu kegiatan didepan anaknya, maka itu mempunyai arti secara tidak sadar orang tua telah memberikan contoh untuk berbohong.
3. Menghilangkan kejenuhan dan untuk dapat perhatian. Bila anak sedang jenuh dan tidak tenang karena tidak ada sesuatu yang dapat dia lakukan, maka dia akan merangkai cerita yang seru untuk menghibur temannya.
4. Imajinasi pada anak, setiap anak memiliki pribadi yang berbeda-beda, begitu juga dalam soal minat dan harapan. Situasi yang berbeda ini dapat menimbulkan seorang anak sering berkhayal tentang keinginannya yang belum terpenuhi. Dari khayalan tersebut bisa menyebabkan anak akhirnya berfantasi. Dan bisa jadi fantasi itu berbeda dengan kenyataan yang sebenarnya.

Menurut para ahli kejiwaan ada beberapa sikap yang harus kita lakukan bila menghadapi anak kita sedang berbohong :
1. Jangan menuduh anak berbohong jika tidak mempunyai bukti percayalah akan kata-katanya. Setiap orang butuh diberi kepercayaan, begitu juga anak-anak kita. Dahulukan prasangka positif dengan mendengarkan alasan-alasan yang dikemukakan. Bila tidak mendapatkan kepercayaan dia akan menolak untuk berbicara.
2. Pendengar yang baik bagi anak anda, untuk mengetahui apa yang sedang terjadi pada anak.
3. Bila bohong si anak ketahuan, langsung jelaskan faktanya tidak perlu menunggu sampai dia mengaku, apalagi memaksa dia untuk mengaku. Tindakan ini hanya akan mendidiknya lebih canggih lagi untuk berbohong.
4. Kontrol emosi ketika tahu anak berbohong. Emosi yang berlebihan dan memenggil anak sebagai pembohong tidak akan menyelesaikan apa-apa, malah makin membuat anak takut dan berbohong lagi. Berikan jaminan bahwa bila dia mau berterus terang kita akan memaafkan dan tidak menghukumnya.
5. Bila anak berbohong karena imajinasi maka ajari anak untuk membedakan antara hal realistik dan imajinasi tanpa menyalahkan sikap bohongnya tersebut.
6. Mengintropeksi diri, apakah kita terlalu keras kepada anak, sehingga  jalur komunikasi dengan anak menjadi tersumbat.

Demikialah beberapa Kiat-kiat mengatasi anak yang suka berbohong, semoga artikel psikologi anak ini bermanfaat bagi anda pembaca yang budiman.
◄ Newer Post Older Post ►
ARTIKEL GRATIS

Masukan Email Anda Dikotak:

Diantar Oleh FeedBurner