Sabtu, 10 September 2011

Gejala Awal Tumor Otak Adalah Sering Merasa Nyeri Bagian Belakang Kepala

Nyeri atau sakit kepala pasti pernah dirasakan oleh setiap orang. sebuah penelitian menunjukkan bahwa 90% populasi manusia pernah mengalami gangguan ini sekali atau dua kali dalam setahun.  Menjadikan sakit kepala alasan terbanyak kedua seseorang untuk mengunjungi dokter.

Penyebab dan macam sakit kepala cukup banyak. Oleh sebab itu, mengetahui dengan pasti penyebab dan jenisnya merupakan langkah awal untuk penyembuhannya. Di bawah ini adalah beberapa jenis gangguan nyeri kepala yang sering diderita oleh hampir setiap orang :

• Sakit kepala dikarenakan tegang. Gangguan ini diawali dengan ketegangan di otot leher, bahu, dan tengkorak akibat tekanan emosional. Sakitnya selalu berawal dari kepala belakang, merambat ke depan, lalu ke kedua sisi kepala.

• Sakit kepala migren. pada umumnya sakit kepala yang dirasakan lebih berat dibandingkan sakit kepala akibat ketegangan. Migren selalu dirasakan pada satu sisi kepala saja dan sering juga di belakang salah satu mata. Maka muncullah istilah “sakit kepala sebelah”. Penderita migren pada wanita kira-kira tiga kali lebih banyak dibandingkan dengan pria. Penyebab yang memicunya terutama karena perubahan hormonal.

Sakit kepala dengan beragam gejala. gejala ini terutama menyerang kaum pria. Gejalanya berupa nyeri luar biasa dan umumnya terfokus di sekitar rongga mata dengan mata berair dan hidung meler.

• Sakit kepala pasca-trauma. Gejala ini sering muncul sebagai akibat dari suatu kecelakaan, meski hanya terjadi sedikit cedera di kepala. Rasa sakitnya kadang-kadang muncul setelah berminggu-minggu atau berbulan-bulan setelah cedera dan bisa berlangsung sampai setahun setelah trauma.

• Sakit kepala alergi. Penyakit ini sering ditemani dengan gejala hidung meler, mata berair, dan kerongkongan sakit. Kemunculannya dapat ditimbulkan oleh makanan tertentu atau segala sesuatu yang bisa menimbulkan alergi.

• Sakit kepala sinus. Penyakit ini mudah diketahui dari gejalanya. Lubang hidung tertutup satu atau keduanya dan nyeri meluas ke atas pipi dan dahi. Bagian-bagian tersebut terasa sangat peka sehingga disentuh saja akan kontan terasa nyeri.

• Di samping sakit kepala yang penyebabnya spesifik itu, ada pula sakit kepala yang timbul semata-mata sebagai gejala sekunder dari kondisi badan yang tidak beres dan memerlukan penanganan medis.

Petunjuk-petunjuk dibawah ini bisa dijadikan petunjuk untuk memecahkan masalah sakit kepala, yaitu:
• Bila sakit kepala dirasakan lebih parah di pagi hari dibandinkan siang hari, pertanda adanya tekanan darah tinggi.
• Jika sakit kepala dibarengi oleh rasa nyeri di mata, telinga atau gigi, hal ini menunjukkan adanya infeksi.
• Bila saja rasa sakit kepala, sering terjadi setelah melakukan tugas yang mengandalkan indera penglihatan seperti membaca atau menjahit, hal ini merupakan tanda-tanda ada ketidakberesan pada mata.
• Tumor, stroke, atau mungkin insomnia bisa menjadi penyebab sakit kepala mendadak yang amat nyeri. Akibatnya, tubuh terasa lemah dan dibarengi dengan penglihatan yang kabur. Sakit kepala ini diawali dengan nyeri kecil dan semakin parah di pagi hari. Dibutuhkan pemeriksaan selekas mungkin untuk mengetahui penyebabnya.
• Bila sakit kepala datang bersamaan dengan demam dan leher pegal, kemungkinan Anda terserang meningitis. Perawatan medis sangat diperlukan.
• JikA sakit kepala muncul tiba-tiba dan sangat nyeri, merupakan tanda-tanda adanya pembuluh darah arteri di otak yang pecah. Hal ini dapat mengancam jiwa. Perawatan medis harus segera dilakukan.

Nyeri kepala adalah nyeri yang paling banyak dikeluhkan penderita selain nyeri pinggang saat pergi berobat ke dokter, dan nyeri kepala adalah  gejala awal yang diderita sekitar 30 persen penderita tumor otak. “Gejala tumor otak tergantung pada letak dan kecepatan pertumbuhannya. Akan tetapi gejalanya muncul secara tersamar yang biasanya dimulai dengan gangguan mental ringan yang hanya dapat dirasakan oleh orang yang berhubungan dekat dengan penderita, seperti mudah tersinggung, emosinya labil, pelupa, lamban dan kurang inisiatif, serta depresi,” ujar dokter ahli saraf di Lampung, dr Ruth Mariva SpS di Bandarlampung, belum lama ini, seperti diberitakan oleh Antara.

Dalam seminar sehari tentang penyebab nyeri kepala yang diselenggarakan RS Imanuel Way Halim, di Bandarlampung itu, Ruth mengatakan nyeri kepala biasanya sulit digambarkan dan bervariasi, mulai dari yang ringan dan episodik sampai berat dan berdenyut atau meletup, yang umumnya bertambah berat pada malam, saat bangun pagi dan saat perubahan posisi.

Pada mulanya, nyeri kepala dan tumor disebabkan pembengkakan lokal sekitar tumor atau akibat kerusakan pembuluh darah sekitar tumor, dan akhirnya disebabkan oleh tekanan tinggi di dalam kepala. Selain nyeri kepala, katanya lagi, pada tumor otak juga diketemukan gejala mual muntah terutama bila lokasi tumor di bagian belakang, kejang- kejang, dan mengalami gangguan penglihatan dan kelemahan saraf lainnya.

“Pasien biasanya datang ke dokter dengan keluhan nyeri kepala di daerah depan (dahi) dan kepala belakang, yang biasanya sudah berlangsung lama dan progresif,” katanya, didasarkan pada penelitian IHS (International Headache Society) tahun 1988 dan disepakati oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI), terdapat 13 kelompok nyeri kepala, di antaranya adalah migren, nyeri kepala tipe tegang, nyeri kepala akibat trauma kepala, nyeri kepala akibat infeksi, dan nyeri kepala akibat gangguan metabolik.

Jika dilihat dari waktu dan lamanya serangan, nyeri kepala dapat dibagi atas nyeri kepala akut dan kronis. Menurut dr Ruth, nyeri kepala akut dan hebat memerlukan perawatan medis segera karena merupakan gejala dari penyakit-penyakit berbahaya, seperti penyakit pada pembuluh darah otak (stroke, thrombosis, hipertensi maligna), infeksi otak (meningitis, ensefalitis, abses) dan keracunan karbon monoksida. Disebutkannya, kebanyakan nyeri kepala merupakan gejala yang ringan, akan tetapi dapat juga sebagai gejala suatu penyakit yang serius atau berbahaya, misalnya apabila nyeri kepala hebat secara tiba-tiba, bertambah berat dan progresif, disertai kejang dan pingsan, terjadi saat aktifitas dan gangguan penglihatan.

Ruth menambahkan, nyeri kepala harus ditangani secara komprehensif, tidak hanya mengobati gejala/ keluhannya saja dengan memberikan obat penghilang nyeri, tetapi juga dengan mendeteksi dan menyingkirkan penyebab dari terjadinya keluhan tersebut.  Pemakaian obat nyeri kepala yang tidak tepat dan berlebihan akan menimbulkan ketergantungan dan nyeri kepala susulan yang berkepanjangan.

Pada kesempatan itu, Dr Ruth juga menyebutkan bahwa 20 persen pasien yang berobat ke Poliklinik Saraf RS Imanuel Bandarlampung, Januari-Juni 2007, adalah penderita nyeri kepala. Sekitar 65 persen penderitanya adalah perempuan dan lebih dari 50 persen mengalami gangguan nyeri kepala tegang. Tulisan ini dikutip dari berbagai sumber, Wasallam.

◄ Newer Post Older Post ►
ARTIKEL GRATIS

Masukan Email Anda Dikotak:

Diantar Oleh FeedBurner