Minggu, 04 September 2011

Legenda Asal-usul Candi 1000 Prambanan Jawa Tengah

Pada jaman dahulu kala didaerah jawa tengah berdirilah sebuah kerajaan besar yang bernama Prambanan. Penduduknya hidup tenteram dan damai. Namun, apa yang terjadi kemudian? Kerajaan Prambanan diserang, kalah dan dijajah oleh negeri Pengging. Ketentraman Kerajaan Prambanan menjadi terusik. Laskar prambanan tidak mampu menghadapi serangan pasukan Pengging. Akhirnya, kerajaan Prambanan dikuasai oleh Pengging, dan dipimpin oleh Bandung Bondowoso.

Bandung Bondowoso adalah seorang raja yang kejam. "Siapapun yang tidak mentaati perintahku, akan dijatuhi hukuman berat!", kata Bandung Bondowoso padam rakyatnya. Bandung Bondowoso adalah seorang yang sakti mandraguna dan mempunyai selaksa pasukan jin. Tidak berapa lama memegang tampuk kekuasaan, Bandung Bondowoso sangat suka memperhatikan gerak-gerik Loro Jonggrang dan terpesona olehnya, putri Raja Prambanan yang cantik jelita. "Cantik sekali putri itu. Aku ingin dia menjadi ratuku," pikir Bandung Bondowoso. Keesokan harinya, Bondowoso mendekati Loro Jonggrang. "Kamu cantik sekali, maukah kamu menjadi ratuku ?", Ucap Bandung Bondowoso kepada Loro Jonggrang. Loro Jonggrang terkejut, mendengar pertanyaan Bondowoso. "Laki-laki ini sangat lancang sekali, belum kenal denganku langsung menginginkanku menjadi pendampingnya", ujar Loro Jongrang dalam hati. "Aku harus melakukan apa yah?".

Loro Jonggrangpun kebingungan. Dia berpikir keras. Jikalau ia menolak, maka Bandung Bondowoso akan marah besar dan akan membahayakan keluarganya serta rakyat Prambanan. Untuk mengiyakannya pun tidak mungkin, karena Loro Jonggrang memang tidak suka dengan Bandung Bondowoso. "Bagaimana, Loro Jonggrang ?" desak Bondowoso. Akhirnya Loro Jonggrang mendapatkan ide. "Saya bersedia menjadi istri baginda raja, tetapi ada syaratnya," Katanya. "Apa syaratnya? Ingin harta yang berlimpah? Atau Istana yang megah?". "Bukan itu, baginda, kata Loro Jonggrang. Saya minta dibuatkan candi, jumlahnya harus seribu buah. "Seribu buah?" teriak Bondowoso. "Ya, dan candi itu harus selesai dalam waktu semalam." Bandung Bondowoso menatap Loro Jonggrang, bibirnya bergetar menahan amarah. Sejak saat itu Bandung Bondowoso berpikir bagaimana caranya membuat 1000 candi. Akhirnya ia meminta pendapat kepada penasehatnya. "Saya percaya tuanku bisa membuat candi tersebut dengan bantuan pasukan Jin anak buah tuanku!", kata penasehatnya. "Ya, benar juga usulmu, siapkan perlengkapan yang kubutuhkan!"

Setelah perlengkapan di siapkan. Bandung Bondowoso berdiri di depan altar batu. Kedua lengannya dibentangkan lebar-lebar. "Pasukan jin, Bantulah aku!" teriaknya dengan suara menggelegar. Tak lama kemudian, langit menjadi gelap. Angin menderu-deru. Sesaat kemudian, pasukan jin sudah berkumpul didepan Bandung Bondowoso. "Apa yang harus kami perbuat Tuan ?", tanya panglima pasukan jin. "Bantu aku membangun seribu candi,"Perintah Bandung Bondowoso. Pasukan jin segera bergerak ke sana kemari, melaksanakan tugas masing-masing. Dalam waktu yang singkat pembangunan 1000 buah candi sudah hampir selesai.

Sementara itu, diam-diam Loro Jonggrang mengamati dari kejauhan. Ia merasa kuatir, mengetahui Bondowoso dibantu oleh pasukan jin. "Wah, bagaimana ini?", ujar Loro Jonggrang dalam hati. Ia mencari akal. Para dayang kerajaan disuruhnya berkumpul dan ditugaskan mengumpulkan jerami. "Cepat bakar semua jerami itu!" perintah Loro Jonggrang. Sebagian dayang lainnya disuruhnya menumbuk lesung. Dung... dung...dung! Semburat warna merah memancar ke langit dengan diiringi suara hiruk pikuk, sehingga mirip seperti matahari terbit. Pasukan jin mengira fajar sudah menyingsing. "Wah, matahari mau terbit!" seru para jin. "Kita harus segera pergi sebelum tubuh kita terbakar matahari," sambung jin yang lain. Para jin tersebut lari tunggang langgang pergi meninggalkan tempat itu. Bandung Bondowoso sempat heran melihat kepanikan pasukan jin.

Pada pagi harinya, Bandung Bondowoso mengajak Loro Jonggrang pergi ke tempat candi. "Candi yang kau
minta sudah berdiri!". Loro Jonggrang segera menghitung jumlah candi itu. Ternyata jumlahnya hanya 999 buah!. "Jumlahnya kurang satu!" teriak Loro Jonggrang. "Berarti tuan sudah gagal memenuhi syarat yang saya ajukan". Bandung Bondowoso tersentak mengetahui kekurangan itu. Ia menjadi sangat marah. "Tidak mungkin...", kata Bondowoso sambil menatap tajam pada Loro Jonggrang. "Kalau begitu kau saja yang melengkapinya!" katanya sambil mengarahkan jarinya pada Loro Jonggrang. Ajaib! Loro Jonggrang langsung berubah menjadi patung batu. 

Sampai saat ini candi-candi tersebut masih ada dan terletak di wilayah Prambanan, Jawa Tengah dan disebut Candi Loro Jonggrang.
◄ Newer Post Older Post ►
ARTIKEL GRATIS

Masukan Email Anda Dikotak:

Diantar Oleh FeedBurner