Selasa, 04 Oktober 2011

Cara Mengenali Gejala Depresi Cowok - Artikel Psikologi

gejala+orang+depresi+cowok
Depresi atau yang sering dikenal orang sebagai stress yang berkelanjutan dapat saja terjadi pada siapa saja, baik pria maupun wanita. Penyrbabnya juga banyak hal, mulai dari pekerjaan, masalah keluarga hingga keuangan. Tanda-tanda depresi pada pria dan wanita juga sangat berbeda. Kaum wanita cenderung menjaga emosi mereka di dalam hati. 

Hal tersebut bisa menyebabkan mereka menarik diri dan kesepian. Sementara, para pria lebih mungkin buat mengekspresikan dan menunjukkan emosi mereka, yang bisa memicu perilaku impulsif, agresif atau pemaksaan. Buktinya, seperti dipublikasikan dari Healthmeup.com, menurut National Institute of  Mental Health (NIMH), sebagian besar pria tidak sadar mendapat gejala fisik atupun psikis saat mengalami depresi. Untuk itu, sebagai pasangan, penting buat anda mengetahui tanda-tanda saat pria mengalami depresi.

1. Perasaannya lebih sensitif
Tanda umum lainnya adalah pria jadi sangat sensitif, mudah marah atau mengekspresikan emosinya secara ber-api-api, tidak seperti wanita yang cenderung melampiaskan emosi dalam bentuk air mata, pria lebih mengekspresikannya dalam bentuk kemarahan atau agresi.  Beberapa depresi bahkan bisa jadi dalam bentuk permusuhan.

2. Kesulitan fokus pada apapun yang dilakukan.
Perhatikan ketika pasangan sedang menonton film atau melakukan sesuatu. Bila ia sulit mengerti jalan cerita atau tidakk kunjung selesai melakukan sesuatu, bisa jadi dia sedang tidak fokus. Orang yang menderita depresi sering mengalami kesulitan berkonsentrasi, dan membuat mereka bermasalah ketika bekerja. Depresi merusak kemampuan seseorang buat berpikir jernih, termasuk dalam mengambil keputusan yang tepat dan mengerjakan tugas-tugas kompleks.

3. Kemampan dan hasrat seksual menurun
Banyak pria menahan diri dan tidak secara terbuka mengakui saat hasrat seksual menurun. Padahal penyebab utamanya dapat jadi depresi dan stres. Keduanya telah lama ditautkan dengan hilangnya hasrat seksual dan kemampuan ereksi. Itulah sebabnya orang depresi umumnya tidak mempunyai energi buat beraktivitas normal. Aktivitas otak selama depresi memicu keputusasaan dan pada gilirannya, menimbulkan hilangnya libido dan disfungsi seksual.

4. Penyalahgunaan zat / obat-obatan anti depressi
Seringkali, pria itu mencoba menutupi depresi mereka dengan beralih ke beberapa bentuk penyalahgunaan zat, seperti narkoba atau alkohol. Namun apa yang sering tidak disadari depresi dan alkohol adalah hal yang tidak dapat dilepaskan.  Alkohol justru dapat membuat kondisi depresi menjadi lebih buruk.

5. Sering nyeri hebat dan mengalami sakit pada pencernaan
Menurut penelitian yang dilaksanakan tim dari Harvard Medical School, nyeri terutama yang bersifat kronis, dapat dipicu baik kondisi fisik ataupun emosi. Kemudian pria dengan nyeri kronis rata-rata tiga kali lebih berisiko depresi dibandingkan dengan orang pada umumnya. Penelitian lain yang dilaksanakan oleh National Institute of Mental Health (NIMH) menyatakan bahwa selain dari sakit kronis, depresi juga berhubungan dengan gangguan pencernaan.
◄ Newer Post Older Post ►
ARTIKEL GRATIS

Masukan Email Anda Dikotak:

Diantar Oleh FeedBurner