Kamis, 10 Mei 2012

Engine Braking Ternyata Dipunyai Mobil Matik Pula


Pada umumnya orang khawatir menyetir mobil matik disebabkan tak adanya engine braking, sehingga pengereman selalu mengandalkan pedal rem yang pada akhirnya membuat kanvas rem cepat aus. Padahal sebetulnya, sistem engine braking pada mobil matik tetap ada, namun mungkin belum banyak yang tahu bagaimana cara mempergunakannya.

Penggunaan engine braking dapat diperoleh dengan melakukan pemindahan tuas transmisi ke posisi transmisi yang lebih rendah (downshift). Sesudah menginjak pedal rem dan kecepatan mobil berkurang, geserlah tuas transmisi dari posisi D (DRIVE) ke:

1. Ke posisi "3", atau OFF-kan fungsi OVERDRIVE / OD pada transmisi yang masih memakai OVERDRIVE manual (dengan cara menekan tombol O/D yang terdapat pada tuas transmisi).
Transmisi akan turun ke posisi roda gigi ketiga dan tidak akan dapat berpindah ke roda gigi ke empat.

2. Memindahkan lagi ke posisi "2". Transmisi akan turun ke roda gigi kedua ketika kecepatan kendaraan turun dengan cepat ke kecepatan di bawah 90-80 km/jam. Penggeseran ini membuat efek engine braking lebih kuat.

3. Memindahkan ke posisi "L". Transmisi akan turun ke roda gigi pertama ketika kecepatan kendaraan turun dengan cepat ke kecepatan di bawah 40-30 km/jam. Di posisi ini engine braking didapat secara maksimum.

Perbuatlah ketiga hal diatas secara berurutan dari yang paling tinggi ke roda gigi yang paling rendah. Prinsipnya mirip dengan transmisi manual, engine braking diperoleh dengan melakukan perpindahan ke transmisi yang lebih rendah.

Angka kecepatan yang disebutkan di atas mesti disesuaikan pada masing-masing kendaraan (sesuai keterangan pada buku pedoman pemilik). Memang, dengan perpindahan ini maka laju mobil agak terasa tersentak. Ini tanda engine braking bekerja. Sentakan tersebut dapat kita kurangi dengan memperhatikan kecepatan mobil ketika melakukan perpindahan posisi tuas transmisi.

Buat kondisi jalan pada medan yang menanjak atau menurun, engine braking dapat kita dapatkan tanpa harus memindah posisi tuas transmisi seperti diatas. Caranya ialah dengan menjalankan kendaraan dengan posisi tuas transmisi pada posisi "2". Posisi ini membuat transmisi tidak dapat berpindah dari posisi "2" ke gigi yang lebih tinggi dan efek engine braking ketika kita mengurangi tekanan pedal gas akan lebih besar.

Cara lain ialan dengan memakai posisi "L" pada saat posisi kendaraan berhadapan dengan jalan yang menanjak atau menurun curam (contohnya di basement gedung). Pada posisi ini, gigi percepatan hanya bisa bergerak pada posisi roda gigi 1 saja. Namun, posisi "2" atau "L" sebaiknya tidak dipakai dalam waktu yang lama. Bila sudah berada di jalan datar, segera pindahkan transmisi ke posisi "D". Hal ini untuk mencegah fluida transmisi dari mengalami overheating ataupun kerusakan pada transmisi.
◄ Newer Post Older Post ►
ARTIKEL GRATIS

Masukan Email Anda Dikotak:

Diantar Oleh FeedBurner